Monday, May 27, 2019
Home Fakta Menarik Apakah makanan yang dijual di Food Truck aman untuk dikonsumsi?

Apakah makanan yang dijual di Food Truck aman untuk dikonsumsi?

- posted on

views, and

comment(s)

Advertisement

Sekilas bisnis Food Truck

Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2004, Keamanan pangan (Food Safety) adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia. Mengacu pada peraturan diatas, maka, pedagang makanan adalah pihak pertama yang bertanggung jawab memastikan kemanan produk yang dijualnya. Pedagang makanan haruslah memastikan bahwa makanan tersebut telah melewai proses yang sedemikian rupa sehingga konsumen tidak akan mengalami cidera ketika menkonsumsi produk mereka, misalnya sakit karena keracunan makanan. Dalam berbagai laporan, cemaran biologi adalah kejadian yang paling sering ditemukan.

Food Truck adalah salah satu sebuah kendaraan besar (biasanya mobil truk) yang dilengkapi dengan fasilitas untuk memasak dan sekaligus menjual makanan. Di Amerika, bisnis food truck memang diakui sebagai salah satu bisnis kekinian dengan peluang berkembang sangat besar. Bisnis ini diestimasikan tumbuh ke angka US$2,17 miliar (atau setara dengan Rp30,5 triliun) di AS per 2017, yang berarti meningkat hampir empat kali lipat dari US$650 juta (setara dengan 9,1 triliun) di tahun 2012 ​[1]​. Ternyata, bisnis ini pun telah tumbuh dan berkembang di Indonesia sejak tahun 2013 ​[2]​. Bisnis makanan ini terus berkembang dengan menyajikan berbagai menu makanan.

Keamanan makanan yang dijual di Food Truck

Kecenderungan konsumen untuk lebih memilih membeli makanan dari luar atau karena tidak memiliki waktu yang cukup untuk memasak makanan sendiri, bisnis makanan cepat saji seperti yang dijual di Food Truck tumbuh dengan pesat. Namun, apakah makanan yang dijual di Food Truck ini aman bagi kesehatan? 

Advertisement

Sebuah penelitian yang baru saja diterbitkan di jurnal International Journal of Hospitality Management memberikan informasi tentang keamanan makanan yang dijual di Food Truck ​[3]​. Penelitian tersebut dilakukan oleh Okumus, dkk di Amerika Serikat, tepatnya di Orlando dengan mengumpulkan sampel makanan dari 24 food truck. Peneltian tersebut difokuskan untuk meneliti cemaran bakteri coliform, E. coli dan Salmonella. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 24 dari 30 sampe makanan yang masih mentah dan yang telah dimasak mengandung E. coli dan Salmonella, namun tidak ditemukan gen patogenik. Peneliti menyimpulkan bahwa keamanan pangan yang dijual di food truck di Orlando tergolong aman, tetapi berpotensi dicemari oleh bakteri E. coli dan Salmonella. 

Perlu digarisbawahi bahwa penelitian tersebut dilakukan di negara maju dengan aturan keamanan pangan yang ketat. Beberapa peneliti sebelumnya menemukan bahwa cemaran bakteri sering ditemukan pada makanan yang dijual dipinggiran jalan, misalnya di Haiti ​[4]​, Brazil ​[5]​, dan Cina ​[6]​

Belum ada penelitian yang secara khusus dilakukan untuk mengevaluasi keamanan pangan yang dijual di food truck di Indonesia. Namun, informasi dari penelitian yang dilakukan oleh Vollaard, dkk memberikan informasi tentang kondisi sanitasi dan higienitas makanan yang dijual dipinggiran jalan Jakarta ​[7,8]​. Penelitian mereka menunjukkan bahwa bakteri fecal coliform ditemukan dalam air minuman, air cucian peralatan, dan ice cubes. Peneliti juga menemukan Salmonella spp dari sampel yang mereka kumpulkan. Mereka berasumsi bahwa kejadian keracunan pangan berasosiasi dengan kebiasaan membeli makanan dari luar, misalnya dari makanan pinggiran jalan. 

Fakta tersebut diatas sepatutnya mendapat perhatian para pemangku kepentingan, misalnya BPOM di Indonesia untuk memastikan kemanan pangan di Indonesia, bukan hanya pada makanan yang dijual di food truck, tetapi juga pada semua makanan yang diperjualbelikan. Hal tersebut dapat dicapai dengan penerapan dan peninjauan ulang undang-undang pengawasan pangan, memperkuat fasilitas para pengawas, dan mengkampanyekan pentingnya keamanan pangan bagi semua orang. Selain itu, media juga dapat berperan untuk melaporkan kejadian atau kegiatan yang yang dilakukan oleh pedagang makanan yang bisa membahayakan kesehatan konsumen.

Referensi

  1. 1.
    Ardela, F. (2018). Ikut Kekinian! Memulai Bisnis Food Truck Tidak Susah Lho! Ini Caranya. Finansialku Perencana Keuangan Independen. Available at: https://www.finansialku.com/memulai-bisnis-food-truck/ [Accessed May 3, 2019].
  2. 2.
    Idris, M. Minat Bisnis Food Truck, Sulitkah Mengurus Perizinannya? detikoto. Available at: https://oto.detik.com/mobil/d-3838981/minat-bisnis-food-truck-sulitkah-mengurus-perizinannya [Accessed May 3, 2019].
  3. 3.
    Okumus, B., Sönmez, S., Moore, S., Auvil, D.P., and Parks, G.D. (2019). Exploring safety of food truck products in a developed country. International Journal of Hospitality Management 81, 150–158. Available at: http://dx.doi.org/10.1016/j.ijhm.2019.02.011.
  4. 4.
    Samapundo, S., Climat, R., Xhaferi, R., and Devlieghere, F. (2015). Food safety knowledge, attitudes and practices of street food vendors and consumers in Port-au-Prince, Haiti. Food Control 50, 457–466. Available at: http://dx.doi.org/10.1016/j.foodcont.2014.09.010.
  5. 5.
    Cortese, R.D.M., Veiros, M.B., Feldman, C., and Cavalli, S.B. (2016). Food safety and hygiene practices of vendors during the chain of street food production in Florianopolis, Brazil: A cross-sectional study. Food Control 62, 178–186. Available at: http://dx.doi.org/10.1016/j.foodcont.2015.10.027.
  6. 6.
    Liu, Z., Zhang, G., and Zhang, X. (2014). Urban street foods in Shijiazhuang city, China: Current status, safety practices and risk mitigating strategies. Food Control 41, 212–218. Available at: http://dx.doi.org/10.1016/j.foodcont.2014.01.027.
  7. 7.
    Vollaard, A.M. (2004). Risk Factors for Typhoid and Paratyphoid Fever in Jakarta, Indonesia. JAMA 291, 2607. Available at: http://dx.doi.org/10.1001/jama.291.21.2607.
  8. 8.
    VOLLAARD, A.M., ALI, S., VAN ASTEN, H.A.G.H., SUHARIAH ISMID, I., WIDJAJA, S., VISSER, L.G., SURJADI, Ch., and VAN DISSEL, J.T. (2004). Risk factors for transmission of foodborne illness in restaurants and street vendors in Jakarta, Indonesia. Epidemiol. Infect. 132, 863–872. Available at: http://dx.doi.org/10.1017/S0950268804002742.
Advertisement
Nodali Ndrahahttps://www.nodali.com/
Lahir di Sisobalauru, Indonesia. Aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Artikel terkini

Informasi pilihan editor