Monday, May 27, 2019
Home Opini dan Analisa Bagaimana cara mengukur kesuksesan 'nutrition-sensitive interventions' dalam sebuah komunitas dampingan?

Bagaimana cara mengukur kesuksesan ‘nutrition-sensitive interventions’ dalam sebuah komunitas dampingan?

- posted on

views, and

comment(s)

Advertisement

Ada apa dengan gizi buruk di Indonesia?

Isu gizi buruk masih menjadi polemik berkepanjangan, terutama di negara berkembang, seperti Indonesia. Menurut laporan Unicef, hampir tidak ada hasil signifikan yang dihasilkan sejak tahun 2007 hingga 2015. Sebgai contoh, trend pertumbuhan panjang badan anak dibandingkan dengan umurnya (stunting) tidak mengalami perubahan sama sekali, tetap berada pada angka sekitar 36.0 – 37.4 persen. Trend ini pun tidak berubah hingga tahun 2018 saat ini.

Banyak program yang diinisiasi oleh pemerintah maupun organisasi nirlaba untuk menurunkan angka gizi bruk di Indonesia. Salah satu program yang saat ini sangat populer adalah program pertanian yang peka terhadap nutrisi atau sering disebut dengan ‘nutrition-sensitive interventions.’ Sayangnya, program tersebut belum terbukti memberi efek berarti terhadap kesehatan ibu dan anak. Bukan hanya di Indonesia, tetapi diberbagai belahan dunia, seperti yang telah dituliskan oleh Ruel dkk (2013) ​[1]​.

Berita baiknya, nutrition-sensitive interventions seperti program pertanian rumah tangga dengan tujuan menghasilkan makanan yang kaya nutrisi yang diintegrasi dengan pendekatan komunikasi perubahan perilaku (behavior change communication approach) mungkin memiliki efek positif pada status gizi dan kesehatan rumah tangga pedesaan yang terlibat dalam pertanian, terutama di kalangan perempuan dan anak-anak. Keterlibatan pekerja pertanian dan penyuluhan kesehatan di komunitas-komunitas ini mungkin merupakan cara yang efektif untuk memberikan intervensi yang peka gizi mengingat kurangnya penyedia layanan kesehatan terlatih di banyak negara berkembang.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Mosha dkk (2018) ​[2]​ baru-baru ini mencoba menyusun cara untuk mengukur keberhasilan nutrition-sensitive interventions yang dilakukan pada sebuah daerah dampingan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efek dari produksi makanan rumah tangga terpadu, konsumsi makanan dan intervensi pemberdayaan perempuan dengan menggunakan pendekatan multi-sektoral pada kesehatan dan gizi perempuan dan anak.

Metode

Advertisement

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Mosha dkk (2018) ​[2]​, mereka melakukan kajian prospektif berbasis komunitas acak kelompok di distrik Rufiji, daerah pedesaan di Tanzania Timur. Rufiji adalah salah satu dari enam kabupaten di Wilayah Pantai Tanzania, dan memiliki ukuran populasi 217.274. Daerah ini memiliki 94 desa terdaftar dan 385 dusun. Penelitian ini dioperasikan di dalam Rufiji Health and Demographic Surveillance Site (RHDSS) di mana sekitar 20 persen rumah tangga memiliki setidaknya satu anak di bawah usia 3 tahun. Prevalensi stunting dan anemia pada anak di bawah 5 tahun di Rufiji adalah 35 dan 61 persen. Karakteristik demografisnya mewakili Tanzania pedesaan, kebanyakan orang dewasa adalah petani subsisten yang mengolah bahan pokok seperti jagung, beras, singkong, dan millet. Sepuluh desa yang dipilih secara acak dalam Rufiji Health and Demographic Surveillance Site (RHDSS) dipilih secara acak dan dijadikan sebagai lokasi intervensi atau kelompok kontrol. Data yang diperoleh dari Rufiji HDSS digunakan untuk menghitung sampel rumah tangga secara acak dengan wanita usia reproduksi dan anak-anak 6-36 bulan. Intervensi yang dilakukan adalah termasuk penyediaan keperluan untuk kebun gizi skala kecil, dukungan pelatihan kebun, dan konseling nutrisi dan kesehatan. Program tersebut disampaikan oleh petugas kesehatan masyarakat dan penyuluh pertanian melalui kunjungan rumah dan sekolah lapangan petani.

Program ini dirancang untuk kajian 36 bulan yang dilakukan di 10 desa. Rancangan acak kelompok digunakan untuk mengevaluasi efek dari intervensi. Pengumpulan data dilakukan pada tiga titik waktu: sebelum program, selama program, dan diakhir program. Selain itu, kriteria kelayakan untuk rumah tangga yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah: (i) memiliki seorang wanita usia reproduksi (18-49 tahun) dan setidaknya satu anak berusia 6–36 bulan, (ii) memiliki akses ke sebidang tanah atau kontainer di mana sayuran dapat tumbuh, dan (iii) memberikan menyetujui persyaratan untuk mengikuti program.

Hasil yang harapkan

Penelitian ini masih berlangsung. Mengingat selama ini tidak adanya standar baku yang tersedia untuk mengukur program yang sejenis, Mosha dkk (2018) ​[2]​ berharap bahwa intervensi pertanian dan gizi terpadu di antara rumah tangga pertanian pedesaan ini adalah solusi sederhana dan inovatif yang dapat berkontribusi pada pengurangan gizi dan beban penyakit di kalangan perempuan dan anak-anak di negara berkembang. Melibatkan tenaga kerja yang sudah ada di masyarakat dapat memfasilitasi keberlangsungan paket intervensi.

Hasil utama yang diharapkan adalah keragaman pola makan wanita dan anak-anak, status anemia dan pertumbuhan ibu dan anak (pengerdilan anak, buang anak, BMI wanita, dan hemoglobin wanita dan anak). Hasil sekunder meliputi status anemia pada wanita dan anak-anak (kadar hemoglobin [Hb] <12 g/dl untuk wanita yang tidak hamil dan Hb <11 g/dl untuk wanita hamil, dan Hb <11 g/dl untuk anak-anak); pertumbuhan anak (berat untuk usia z-skor [WAZ], berat badan untuk tinggi z-score [WHZ], tinggi untuk usia z-score [HAZ], dan mid upper arm circumference [MUAC]); pertumbuhan wanita (indeks massa tubuh, dan MUAC); pengembangan anak usia dini (Caregiver Reported Early Development Index [CREDI]); dan jangkauan dan sejauh mana praktik dan perilaku yang dipromosikan intervensi (berkebun dan konsumsi makanan di rumah).

Referensi

  1. 1.
    Ruel, M.T., and Alderman, H. (2013). Nutrition-sensitive interventions and programmes: how can they help to accelerate progress in improving maternal and child nutrition? The Lancet, 536–551. Available at: http://dx.doi.org/10.1016/S0140-6736(13)60843-0.
  2. 2.
    Mosha, D., Canavan, C.R., Bellows, A.L., Blakstad, M.M., Noor, R.A., Masanja, H., Kinabo, J., and Fawzi, W. (2018). The impact of integrated nutrition-sensitive interventions on nutrition and health of children and women in rural Tanzania: study protocol for a cluster-randomized controlled trial. BMC Nutr. Available at: http://dx.doi.org/10.1186/s40795-018-0238-7.
Advertisement
Nodali Ndrahahttps://www.nodali.com/
Lahir di Sisobalauru, Indonesia. Aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Artikel terkini

Informasi pilihan editor