Monday, May 27, 2019
Home Fakta Menarik Potensi infeksi Salmonella ketika mengkonsumsi kacang tanah dan produk derivatifnya

Potensi infeksi Salmonella ketika mengkonsumsi kacang tanah dan produk derivatifnya

- posted on

views, and

comment(s)

Advertisement

Kacang tanah adalah salah satu bahan pangan yang banyak dikonsumsi di berbagai negara. Kadang, kacang tanah sering dikonsumsi dalam bentuk pasta, juga dijadikan sebagai bahan tambahan pada produk makanan ringan dan gula-gula. Produk ini dipandang aman dari pertumbuhan bakteri patogen karena memiliki kadar air yang rendah. Namun, siapa sangka, banyak kejadian infeksi Salmonella yang terkait dengan konsumsi produk ini, misalnya kejadian keracunan pangan yang terjadi di Amerika Serikat ​[1,2]​.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Casulli, dkk (2019) ​[3]​ di Amerika Serikat baru-baru ini menemukan bahwa ada potensi infeksi Salmonella dari konsumsi produk kacang tanah. Penelitian ini menggunakan analisa berbasis risiko dengan mengkaji potensi pertumbuhan Salmonella mulai dari produksi hingga konsumsi. Data yang digunakan dalam penelitian ini dirangkum dari tinjauan pustaka, survei pada perusahaan, dan juga pendapat para ahli. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa infeksi Salmonella dari konsumsi produk kacang tanah diperkirakan sekitar 14 orang per tahun (rata-rata aritmatik).

Hal menarik dari penelitian ini adalah analisa sensitivitas yang menganalisa faktor paling beprpengaruh terhadap risiko infeksi Salmonella. Ternyata, potensi infeksi lebih besar disebabkan oleh proses inaktivasi bakteri, yang diikuti oleh suhu penyimpanan produk kacang tanah, konsentasi dan prevalensi bakteri Salmonella dalam kacang, dan jumlah produk kacang yang terkontaminasi awal.

Advertisement

Berdasarkan penelitian mereka, Casulli, dkk (2019) ​[3]​ menyimpulkan bahwa potensi infeksi Salmonella dapat diturunkan dengan memastikan produk kacang tidak terkontaminasi mulai dari saat produksi hingga konsumsi. Selain itu, menjaga suhu penyimpanan produk kacang ini juga sangat penting untuk mencegah pertumbuhan patogen ini. Terakhir, patogen Salmonella dapat juga dihilangkan dari produk dengan memastikan suhu yang digunakan ketika dipanggang ataupun dimasak.

Jagalah kesehatan, pastikan sumber kacang yang mau dikonsumsi dari sumber yang bebas dari kontaminasi patogen, dan pastikan proses memasaknya menggunakan suhu yang tepat. Selamat menjaga kesehatan 🙂

Referensi

  1. 1.
    BEUCHAT, L.R., KOMITOPOULOU, E., BECKERS, H., BETTS, R.P., BOURDICHON, F., FANNING, S., JOOSTEN, H.M., and TER KUILE, B.H. (2013). Low–Water Activity Foods: Increased Concern as Vehicles of Foodborne Pathogens. Journal of Food Protection, 150–172. Available at: http://dx.doi.org/10.4315/0362-028X.JFP-12-211.
  2. 2.
    BEUCHAT, L.R., MANN, D.A., and ALALI, W.Q. (2013). Efficacy of Sanitizers in Reducing Salmonella on Pecan Nutmeats during Cracking and Shelling. Journal of Food Protection, 770–778. Available at: http://dx.doi.org/10.4315/0362-028X.JFP-12-541.
  3. 3.
    CASULLI, K.E., CALHOUN, S., and SCHAFFNER, D.W. (2019). Modeling the Risk of Salmonellosis from Consumption of Peanuts in the United States. Journal of Food Protection, 579–588. Available at: http://dx.doi.org/10.4315/0362-028X.JFP-18-314.
Advertisement
Nodali Ndrahahttps://www.nodali.com/
Lahir di Sisobalauru, Indonesia. Aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Artikel terkini

Informasi pilihan editor