Monday, May 27, 2019
Home Fakta Menarik Produk pangan apa sajakah yang sering dicurangi?

Produk pangan apa sajakah yang sering dicurangi?

- posted on

views, and

comment(s)

Advertisement


Kecurangan pangan atau sering disebut “food fraud” sering terjadi diberbagai negara. Dalam kajian yang ditulis oleh Ruth, dkk (2018) ​[1]​ disebutkan bahwa kecurangan pangan diakibatkan oleh interaksi 3 faktor utama: peluang, motivasi pelaku, dan kurangnya tindakan pengendalian oleh pihak yang bertanggung jawab untuk mengawasi, mengaudit, mengevaluasi produk pangan secara keseluruhan. Mereka (peneliti) mengevaluasi kecurangan produk pangan, diantaranya: ikan, daging, susu, minyak zaitun, pisang organik, dan rantai pasokan rempah-rempah. Perlu diketahui bahwa jenis produk tersebut sering menjadi objek kecurangan pangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rantai komoditas produk pangan menjadi faktor utama yang menimbulkan terjadinya kecurangan pangan. Sebagai contoh, daging menunjukkan nilai tertinggi untuk faktor peluang karena akses terhadap jalur produksi dan data historis. Dari sisi motivasi pelaku, produk daging dan minyak zaitun menjadi objek yang sering dicurangi karena nilainya yang tinggi dan rendahnya penindakan pidana. Selanjutnya, kecurangan dalam rantai ikan dan rempah lebih disebabkan karena kurangnya pengawasan dalam rantai pangan tersebut oleh pihak yang berkepentingan.  Hal lainnya yang menarik perhatian adalah bahwa diantara kelompok aktor, kelompok pedagang grosir/pedagang tampak paling rentan, diikuti oleh pengecer dan pengolah. Penelitian ini mengindikasikan bahwa pengawasan produk pangan dan rantainya masih belum efektif.

[wpsm_ads1]

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Ruth, dkk (2018) ​[1]​ ini tidaklah berbeda jauh dengan apa yang terjadi di Indonesia. Produk pangan tersebut diduga telah terjadi dalam rantai pasokan bahan pangan di Indonesia, meskipun beberapa waktu lalu dikonfirmasi oleh BPOM RI bahwa berita yang beredar adalah palsu ​[2]​. Sebut saja, beredarnya rumor tentang telur asin palsu yang baru-baru ini sedang ramai dibicarakan ​[3]​. Namun, sekali lagi, hal itu dikonfirmasi sebagai “hoax” oleh pengawas pangan. Berita lain adalah kecurangan pada produk beras dan bawang putih ​[2,4]​. Meskipun kasus ini telah ditangani, namun kejadian tersebut hanyalah bagian kecil dari rantai kecurangan yang terjadi. Yang dapat dipelajari dari kegiatan ini adalah bahwa kecurangan pangan bisa terjadi kapan saja ketika ada peluang. Banyaknya hari raya keagamaan di Indonesia juga sering kali dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan ini untuk meraih keuntungan. Beberapa tindakan pengawasan dan pencegahan yang dilakukan adalah terbentuknya satgas pengawas pangan. Sayangnya, satgas ini dibentuk hanya pada saat-saat hari raya besar ​[5,6]​. Padahal, kecurangan berlangsung kapan saja dan sering kali terlambat untuk diketahui. Sebagai konsumen produk pangan, agaknya kehati-hatian perlu ditingkatkan. Kesadaran akan keamanan dan mutu pangan menjadi penting untuk menjamin kesehatan. Harga yang murah kadang-kadang menjadi jerat yang membawa dampak buruk bagi konsumen. Untuk itu, konsumen mesti teliti dan hendaknya bersedia membantu para pengawas pangan untuk mengawasi dan mengevaluasi produk pangan.

Referensi

  1. 1.
    van Ruth, S.M., Luning, P.A., Silvis, I.C.J., Yang, Y., and Huisman, W. (2018). Differences in fraud vulnerability in various food supply chains and their tiers. Food Control, 375–381. Available at: http://dx.doi.org/10.1016/j.foodcont.2017.08.020.
  2. 2.
    Polri Ungkap Kecurangan Distribusi Pangan di Sejumlah Daerah | Republika Online (2017). Republika Online. Available at: http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/hukum/17/05/22/oqbib2354-polri-ungkap-kecurangan-distribusi-pangan-di-sejumlah-daerah [Accessed May 1, 2019].
  3. 3.
    Perempuan Ini Beli 6 Telur Asin, Tapi Saat Dikupas Satu Keluarga Kaget Melihat Isinya – Tribunnews.com Tribunnews.com. Available at: http://www.tribunnews.com/internasional/2017/05/08/perempuan-ini-beli-6-telur-asin-tapi-saat-dikupas-satu-keluarga-kaget-melihat-isinya [Accessed May 1, 2019].
  4. 4.
    Modus Kecurangan Produsen Beras Maknyuss Diungkap Bareskrim kumparan. Available at: https://kumparan.com/@kumparannews/modus-kecurangan-produsen-beras-maknyuss-diungkap-bareskrim [Accessed May 1, 2019].
  5. 5.
    Valenta Sari, E. Satgas Pangan Ungkap 79 Kasus Kecurangan Selama Ramadan. ekonomi. Available at: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170531203409-92-218642/satgas-pangan-ungkap-79-kasus-kecurangan-selama-ramadan [Accessed May 1, 2019].
  6. 6.
    Sohuturon, M. Polri Bentuk Satgas Pangan Antisipasi Kecurangan di Ramadan. nasional. Available at: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20170503123311-12-211879/polri-bentuk-satgas-pangan-antisipasi-kecurangan-di-ramadan [Accessed May 1, 2019].
Advertisement
Nodali Ndrahahttps://www.nodali.com/
Lahir di Sisobalauru, Indonesia. Aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Artikel terkini

Informasi pilihan editor